Total Tayangan Laman

Senin, 26 November 2012

makalah MENATA RUANG KELAS DAN PERLENGKAPAN YANG BAIK

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pengelolaan kelas yang baik merupakan bagian terpenting dari kegiatan pembelajaran seorang guru. Berdasar Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang kompetensi standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru untuk kompetensi penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik, disebutkan bahwa guru harus melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan. Pelaksanaan pembelajaran di kelas yang dimaksudkan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan kelas.

Pengelolaan kelas yang baik akan menciptakan interaksi belajar mengajar yang baik pula. Tujuan pembelajaran pun akan dapat dicapai tanpa menemukan kendala yang berarti. Hanya sayangnya pengelolaan kelas yang baik tidak selamanya dapat dipertahankan dikarenakan kondisi ruang kelas yang tidak memberikan kenyamanan bagi siswa. Karena tanpa disadari bahwa ruang kelas memberikan pengaruh peserta didik yang luar biasa dalam kefektifan penyampaian materi.

Dengan pentingnya penataan ruang kelas bagi proses belajar mengajar, dibutuhkan pengembangan variasi baik dari segi penataan tempat duduk maupun perlengkapan yang menunjang dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam pengembangan variasi penataan tentu saja tidak boleh sembarangan, harus diperhitungkan secara matang baik karakteristik siswa maupun kondisi kelas. Dengan segala pengelolaan dan penataan kelas yang baik akan menimbulkan gairah belajar dan peserta didik tidak sukar untuk mencapai tujuan pembelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Bagaimana cara mengatur ruang kelas yang baik?

2.      Bagaimana peran guru dalam penataan ruang kelas dan perlengkapan yang baik?

3.      Bagaimana pengaruh penataan ruang kelas dengan gairah belajar siswa?

 

C.     Tujuan

Makalah ini bertujuan untuk meningkatkan:

1.      Pemahaman pentingnya penataan ruang kelas pada proses KBM.

2.      Pengetahuan cara pengaturan ruang kelas yang baik.

3.      Pengetahuan pengaruh ruang kelas dengan gairah belajar siswa.

4.      Kemampuan dalam memvariasikan penataan ruang kelas yang dapat menggairahkan peserta didik dalam menerima materi.

 

D.    Manfaat

Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya kepada guru maupun calon guru untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam penataan ruang kelas yang baik. Manfaat lain dari penulisan makalah ini adalah dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan dapat dijadikan acuan didalam penataan ruang kelas dan peranan guru dalam mengatur ruang kelas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Mengatur Ruang Kelas yang Baik

  Ruang kelas merupakan lingkungan pembelajaran baik bagi guru maupun peserta didik. Agar tercipta suasana belajar yang menggairahkan, perlu diperhatikan pengaturan/penataan ruang kelas/belajar.penyusunan dan pengaturan ruang kelas hendaknya memungkinkan peserta didik duduk berkelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu peserta didik dalam belajar. Dalam pengaturanruang belajar, hal-hal berikut perlu diperhatikan:

a.       Ukuran dan bentuk kelas

b.      Bentuk serta ukuran bangku dan bangku meja siswa

c.       Jumlah siswa dalam kelas

d.      Jumlah siswa dalam setiap kelompok

e.       Jumlah kelompok dalam kelas

f.       Komposisi siswa dalam kelompok (seperti siswa pandai dengan siswa kurang pandai, pria dan wanita)

(Conny Semiawan, dkk.,1985:64)

Terkadang dalam penataan ruang kelas menemukan kendala seperti masalah pengaturan tempat duduk, pengaturan alat-alat pengajaran, penataan keindahan dan kebersihan kelas dan ventilasi serta tata cahaya. untuk lebih jelasnya di bawah ini:

    Pengaturan Tempat Duduk

Tempat duduk yang sesuai dengan keadaan tubuh siswa akan sangat berpengaruh dalam kenyamaan penerimaan materi.(syaiful Bahri Djamarah dikutip oleh Indah Sofiah, 1992:204).

Perkembangan jaman yang semakin pesat menciptakan bermacam-macam bentuk dan ukuran tempat duduk dan sangat bervariasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Diperlukan pemilihan tempat duduk yang tepat dan dapat mengoptimalkan kenyamanan dalam KBM. Ada beberapa bentuk formasi tempat duduk yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Apabila pengajaran itu akan ditempuh denga cara berdiskusi, maka formasi tempat duduknya sebaiknya berbentuk melingkar. Jika pengajaran ditempuh dangan metode ceramah, maka tempat duduknya sebaiknya berderet memanjang ke belakang.

Sudirman N(1991:318) mengemukakan beberapa contoh formasi tempat duduk, yaitu posisi berhadapan, posisi setengah lingkaran, dan posisi berbaris ke belakang.

    Pengaturan Alat-alat Pengajaran

Cara pengaturan peralatan dapat diatur sebagai berikut:

a.       Perpustaan Kelas

-          Sekolah yang maju ada di setiap kelas

-          Pengaturannya bersama-sama siswa

b.      Alat-alat Peraga Media Pengajaran

-          Alat peraga atau media pengajaran semstinya diletakkan dikelas agar memudahkan dalam penggunaannya

-          Pengaturannya bersama-sama siswa

c.       Papan Tulis, Kapur Tulis, dan lain-lain.

-          Ukurannya disesuiakan

-          Warnanya harus kontras

-          Penempatannya memperlihatkan estetika dan terjangkau oleh semua siswa

d.      Papan Presensi Siswa

-          Ditempatkan di bagian depan sehingga dapat dilihatvoleh semua siswa

-          Difungsikan sebagaimana mestinya

 

    Penataan Keindahan dan Kebersihan Kelas

a.       Hiasan dindidng(pajangan kelas) hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan pengajaran, misalnya:

-          burung Garuda

-          para pahlawan

-          peta/globe

b.      Penempatan lemari

-          Untuk buku di depan

-          Alat-alat peraga di belakang

c.       Pemeliharaan kebersihan

-          Siswa bergiliran untuk membersihkan kelas(regu piket)

-          Guru memeriksa kebersihan dan ketertiban di kelas.

 

    Ventilasi dan Tata Cahaya

-          ada ventilasi yang sesuai dengan ruangan kelas.

-          Sebaiknya tidak merokok

-          Pengaturan cahaya perlu diperhatikan

-          Cahaya yang masuk harus cukup.

-          Masuknya dari arah kiri, jangan berlawanan dengan bagian depan.

 

Penggunaan cahaya yang sesuai dengan kebutuhan merupakan salah satu tugas manajemen kelas oleh guru karena anak SD berada pada tahap perkembangan yang menentukan. (Suharsimi Arikunto dikutip oleh Indah Sofiah, 1989: 77).

B.     Peranan Guru dalam Penataan Ruang Kelas

Salah satu tugas guru sebagai pendidik di sekolah adalah sebagai menajer. Seorang guru harus mampu memimpin kelasnya agar tercipta pembelajaran yang optimal. Fasilitas dan kondisi kelas merupakan salah satu factor yang mempengaruhi hasil belajar siswa.  Penataan fasilitas dapat menjadi pendorong jika diorganisir secara baik. Di sinilah peran guru SD dapat terlihat, adapun peran guru dalam terciptanya pembelajaran yang efektif sebagai berikut:

1. Peran guru dalam pengorganisasian kelas
Organisasi kelas yang tepat akan mendorong terciptanya kondisi belajar yang kondusif. Pengorganisasian kelas ini pada dasarnya bersifat lokal, artinya organisasi kelas tergantung guru, kelas, murid, lingkungan kelas, besar ruangan, penerangan, suhu, dan sebagainya. Kita ketahui pada saat ini penataan kelas secara tradisional yang menempatkan satu meja guru berhadapan dengan meja kursi siswa. Kelas yang ditata secara tradisional tersebut menempatkan guru sebagai pusat kegiatan dan sentra perhatian murid tampak sebagai objek pengajaran bukan sebagai subjek yang belajar. Akibatnya aktivitas sebagian besar dilakukan guru sedang murid hanya pasif menerima.
2. Peran guru dalam pengaturan tempat duduk
Penataan kelas sebagaimana diuraikan pada pengorganisasian kelas ditata fleksibel yang mudah diubah sesuai pembelajaran yang akan dikembangkan guru. Penataan tempat duduk dapat berbentuk :
a. Seating chart
Penempatan murid dalam kelas dibuat suatu denah yang pada satu periode waktu tertentu dapat diubah sesuai tuntunan pembelajaran yang sedang dikembangkan oleh guru, sehingga perkembangan dan pertumbuhan murid tidak terganggu. Penataan tempat duduk yang didesain dalam chart dapat digambar sendiri oleh murid atau sekelompok murid secara bergilir, sehingga keterbatasan penataan tempat duduk secara tradisional ini dapat diminimalkan pengaruh buruknya. Penataan dan gambar desain dilaksanakan secara bergilir, sehingga setiap kelompok mempu menuangkan idenya dan mengembangkan iklim demokrasi di kelasnya, sehingga sikap menghargai pendapat orang lain dengan menghilangkan pandangan mereka sendiri.
b. Melingkar
Model duduk seperti ini dapat digunakan guru dalam pembelajaran diskusi kelompok, sehingga ada modifikasi untuk menghilangkan kejenuhan siswa.
c. Tapal kuda
Model ini sesuai untuk melaksanakan diskusi kelas yang dipimpin oleh guru atau ketua diskusi yang dipilih siswa. Diskusi kelas akan meningkatkan keberanian dibanding keberanian yang hanya muncul pada kelompok kecil.

3. Peran guru dalam pengaturan alat-alat pelajaran
Alat-alat pelajaran dapat klasifikasikan menjadi beberapa kelompok, antara lain: Menurut kedudukannya; alat pelajaran dibedakan atas permanen dan tidak permanen. Permanen jika alat pelajaran tersebut diletakkan di kelas secara terus menerus, misalnya: listrik, papan tulis, dan sebagainya. Alat pelajaran tidak permanen atau yang bergerak yaitu alat pelajaran yang dapat dipindah, misalnya: kursi, OHP, mesin-mesin, peta, dan sebagainya. Menurut fungsinya; a) alat untuk menulis; kapur, papan tulis, pensil, dan lain-lain; b) alat-alat lukis; jangka, meter, segitiga, buku.
Alat-alat pelajaran tersebut tidak perlu disimpan ditempat khusus, tetapi cukup diatur di dalam kelas, sehingga bila sewaktu-waktu digunakan akan cepat.

4. Peran guru dalam pemeliharaan keindahan ruangan kelas
Dengan Motto yang menyatakan “bersih adalah sehat dan rapi adalah indah” merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri. Setiap manusia memiliki cita rasa keindahan walaupun derajat keindahannya berbeda. Keindahan akan memberikan rasa nyaman dan membuat anak betah tinggal di tempat tersebut. Kelas yang diharapkan mengundang anak untuk betah berada di dalamnya hendaknya dijaga kebersihan dan keindahannya. Guru memiliki peran untuk mengorganisir siswanya agar dapat mendesain kelasnya menjadi kelas yang indah.
Keindahan dapat dicapai dengan beberapa cara, yaitu:
 (a) menata ruangan menjadi rapi, misalnya; menata alat pelajaran sesuai kelompoknya, menata buku sesuai tinggi buku, tebal buku, dan kelompok buku, penataan alat pelajaran permanent yang sesuai dengan ruangan agar anak yang tenggelam dalam lautan ilmu pengetahuan akan mengalami pembelajaran secara alamiah, nyata, langsung, dan bermakna,
(b) penataan meja guru, gambar-gambar merupakan factor pendukung tercapainya ruangan yang rapian indah.

C.    Hubungan antara Ruang Kelas Dengan Gairah Belajar

Menciptakan ruang kelas yang baik yang dapat menggairahkan belajar peserta didik tentunya tidak mudah. Diperlukan keaktifan dan inisiatif guru dalam mengelola ruang kelas. Ruang kelas merupakan tempat yang dipakai sehari-hari oleh guru dan peserta didik. Oleh karena itu, ruang kelas harus dibuat senyaman mungkin baik dari penataan tempat duduk maupun perlengkapan. Dengan penataan yang baik akan memberikan ekspektasi yang luar biasa bagi peserta didik dan secara tidak langsung berdampak pada gairah belajar siswa. Dalam penataan ruang kelas harus dikomunikasikan dengan peserta didik agar terjadi kesepakatan dalam penetapan peletakan barang. Namun tetap guru sebagai pengambil keputusan karena guru harus mempertimbangkan baik buruknya dan tingkat ke efesiensi dalam proses belajar mengajar.

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Simpulan

*      Ruang kelas merupakan lingkungan pembelajaran baik bagi guru maupun peserta didik. Agar tercipta suasana belajar yang menggairahkan, perlu diperhatikan pengaturan/penataan ruang kelas/belajar.

*      Wujud penataan kelas seperti pengaturan tempat duduk, pengaturan alat-alat pengajaran, penataan keindahan dan kebersihan kelas dan ventilasi serta tata cahaya

*      Ruang kelas memberikan pengaruh bagi gairah belajar siswa baik secara langsung maupun tidak langsung.

*      Manata ruang kelas harus dikomunikasikan kepada siswa agar terjadi kesepakatan sehingga terciptanya ruang kelas yang nyaman serta sekaligus memberikan pembelajaran yang bermakna kepada siswa.

 

B.     Saran

*      Semoga pembaca bisa mengambil manfaat dari makalah yang penulis buat dan menjadi bahan referensi dalam penataan rung kelas yang baik.
*      Untuk para pelajar agar lebih giat lagi  dalam belajar agar menjadi generasi yang diharapkan.













DAFTAR PUSTAKA

Conny Semiawan, dkk., 1985.Pendekatan Ketrampilan Proses Bagaiman Mengaktirkan Siswa dalam Belajar. Jakarta: Gramedia.

Evertson, Carolyn, dkk.2011. Manajemen Kelas.Jakarta: Kencana Predana Media Group.

Prihatin,Eka.2011. Manajemen Peserta Didik. Bandung: Alfabeta.

 

Syaiful Bahri Djamarah, dkk.1996. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta:Rineka Cipta.

Syaiful Bahri Djamarah, dkk. Strategi Belajar Mengajar, dikutip oleh Indah Sofiah, Mahasiswa IKIP PGRI Semarang jurusan PGSD semester 5.

 

Sudirman N, dkk.1991.Ilmu Pendidikan.Bandung:Remaja Kosdakarya.

 

Suharsimi,Arikunto.Pengelolaan Kelas, dikutip oleh Indah Sofiah, Mahasiswa IKIP PGRI Semarang jurusan PGSD semester 5.

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar