BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengelolaan kelas yang baik merupakan bagian terpenting dari kegiatan pembelajaran seorang guru. Berdasar Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang kompetensi standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru untuk kompetensi penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik, disebutkan bahwa guru harus melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan. Pelaksanaan pembelajaran di kelas yang dimaksudkan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan kelas.
Pengelolaan kelas yang baik akan menciptakan interaksi belajar mengajar yang baik pula. Tujuan pembelajaran pun akan dapat dicapai tanpa menemukan kendala yang berarti. Hanya sayangnya pengelolaan kelas yang baik tidak selamanya dapat dipertahankan dikarenakan kondisi ruang kelas yang tidak memberikan kenyamanan bagi siswa. Karena tanpa disadari bahwa ruang kelas memberikan pengaruh peserta didik yang luar biasa dalam kefektifan penyampaian materi.
Dengan pentingnya penataan ruang kelas bagi proses belajar mengajar, dibutuhkan pengembangan variasi baik dari segi penataan tempat duduk maupun perlengkapan yang menunjang dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam pengembangan variasi penataan tentu saja tidak boleh sembarangan, harus diperhitungkan secara matang baik karakteristik siswa maupun kondisi kelas. Dengan segala pengelolaan dan penataan kelas yang baik akan menimbulkan gairah belajar dan peserta didik tidak sukar untuk mencapai tujuan pembelajaran
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara mengatur ruang kelas yang baik?
2. Bagaimana peran guru dalam penataan ruang kelas dan perlengkapan yang baik?
3. Bagaimana pengaruh penataan ruang kelas dengan gairah belajar siswa?
C. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk meningkatkan:
1. Pemahaman pentingnya penataan ruang kelas pada proses KBM.
2. Pengetahuan cara pengaturan ruang kelas yang baik.
3. Pengetahuan pengaruh ruang kelas dengan gairah belajar siswa.
4. Kemampuan dalam memvariasikan penataan ruang kelas yang dapat menggairahkan peserta didik dalam menerima materi.
D. Manfaat
Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya kepada guru maupun calon guru untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam penataan ruang kelas yang baik. Manfaat lain dari penulisan makalah ini adalah dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan dapat dijadikan acuan didalam penataan ruang kelas dan peranan guru dalam mengatur ruang kelas.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Mengatur Ruang Kelas yang Baik
Ruang kelas merupakan lingkungan pembelajaran baik bagi guru maupun peserta didik. Agar tercipta suasana belajar yang menggairahkan, perlu diperhatikan pengaturan/penataan ruang kelas/belajar.penyusunan dan pengaturan ruang kelas hendaknya memungkinkan peserta didik duduk berkelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu peserta didik dalam belajar. Dalam pengaturanruang belajar, hal-hal berikut perlu diperhatikan:
a. Ukuran dan bentuk kelas
b. Bentuk serta ukuran bangku dan bangku meja siswa
c. Jumlah siswa dalam kelas
d. Jumlah siswa dalam setiap kelompok
e. Jumlah kelompok dalam kelas
f. Komposisi siswa dalam kelompok (seperti siswa pandai dengan siswa kurang pandai, pria dan wanita)
(Conny Semiawan, dkk.,1985:64)
Terkadang dalam penataan ruang kelas menemukan kendala seperti masalah pengaturan tempat duduk, pengaturan alat-alat pengajaran, penataan keindahan dan kebersihan kelas dan ventilasi serta tata cahaya. untuk lebih jelasnya di bawah ini:
� Pengaturan Tempat Duduk
Tempat duduk yang sesuai dengan keadaan tubuh siswa akan sangat berpengaruh dalam kenyamaan penerimaan materi.(syaiful Bahri Djamarah dikutip oleh Indah Sofiah, 1992:204).
Perkembangan jaman yang semakin pesat menciptakan bermacam-macam bentuk dan ukuran tempat duduk dan sangat bervariasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Diperlukan pemilihan tempat duduk yang tepat dan dapat mengoptimalkan kenyamanan dalam KBM. Ada beberapa bentuk formasi tempat duduk yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Apabila pengajaran itu akan ditempuh denga cara berdiskusi, maka formasi tempat duduknya sebaiknya berbentuk melingkar. Jika pengajaran ditempuh dangan metode ceramah, maka tempat duduknya sebaiknya berderet memanjang ke belakang.
Sudirman N(1991:318) mengemukakan beberapa
contoh formasi tempat duduk, yaitu posisi berhadapan, posisi setengah
lingkaran, dan posisi berbaris ke belakang.
� Pengaturan Alat-alat Pengajaran
Cara pengaturan peralatan dapat diatur sebagai berikut:
a. Perpustaan Kelas
- Sekolah yang maju ada di setiap kelas
- Pengaturannya bersama-sama siswa
b. Alat-alat Peraga Media Pengajaran
- Alat peraga atau media pengajaran semstinya diletakkan dikelas agar memudahkan dalam penggunaannya
- Pengaturannya bersama-sama siswa
c. Papan Tulis, Kapur Tulis, dan lain-lain.
- Ukurannya disesuiakan
- Warnanya harus kontras
- Penempatannya memperlihatkan estetika dan terjangkau oleh semua siswa
d. Papan Presensi Siswa
- Ditempatkan di bagian depan sehingga dapat dilihatvoleh semua siswa
- Difungsikan sebagaimana mestinya
� Penataan Keindahan dan Kebersihan Kelas
a. Hiasan dindidng(pajangan kelas) hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan pengajaran, misalnya:
- burung Garuda
- para pahlawan
- peta/globe
b. Penempatan lemari
- Untuk buku di depan
- Alat-alat peraga di belakang
c. Pemeliharaan kebersihan
- Siswa bergiliran untuk membersihkan kelas(regu piket)
- Guru memeriksa kebersihan dan ketertiban di kelas.
� Ventilasi dan Tata Cahaya
- ada ventilasi yang sesuai dengan ruangan kelas.
- Sebaiknya tidak merokok
- Pengaturan cahaya perlu diperhatikan
- Cahaya yang masuk harus cukup.
- Masuknya dari arah kiri, jangan berlawanan dengan bagian depan.
Penggunaan cahaya yang
sesuai dengan kebutuhan merupakan salah satu tugas manajemen kelas oleh
guru karena anak SD berada pada tahap perkembangan yang menentukan. (Suharsimi
Arikunto dikutip oleh Indah Sofiah, 1989: 77).
B. Peranan Guru dalam Penataan Ruang Kelas
Salah satu tugas guru sebagai pendidik di
sekolah adalah sebagai menajer. Seorang guru harus mampu memimpin kelasnya agar
tercipta pembelajaran yang optimal. Fasilitas dan kondisi kelas merupakan salah
satu factor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Penataan fasilitas
dapat menjadi pendorong jika diorganisir secara baik. Di sinilah peran guru SD
dapat terlihat, adapun peran guru dalam terciptanya pembelajaran yang
efektif sebagai berikut:
1. Peran
guru dalam pengorganisasian kelas
Organisasi kelas yang tepat akan mendorong
terciptanya kondisi belajar yang kondusif. Pengorganisasian kelas ini pada
dasarnya bersifat lokal, artinya organisasi kelas tergantung guru, kelas,
murid, lingkungan kelas, besar ruangan, penerangan, suhu, dan sebagainya. Kita
ketahui pada saat ini penataan kelas secara tradisional yang menempatkan satu
meja guru berhadapan dengan meja kursi siswa. Kelas yang ditata secara
tradisional tersebut menempatkan guru sebagai pusat kegiatan dan sentra
perhatian murid tampak sebagai objek pengajaran bukan sebagai subjek yang
belajar. Akibatnya aktivitas sebagian besar dilakukan guru sedang murid hanya
pasif menerima.
2. Peran
guru dalam pengaturan tempat duduk
Penataan kelas sebagaimana diuraikan pada
pengorganisasian kelas ditata fleksibel yang mudah diubah sesuai pembelajaran
yang akan dikembangkan guru. Penataan tempat duduk dapat berbentuk :
a. Seating chart
Penempatan murid dalam kelas dibuat suatu denah yang pada satu
periode waktu tertentu dapat diubah sesuai tuntunan pembelajaran yang sedang
dikembangkan oleh guru, sehingga perkembangan dan pertumbuhan murid tidak
terganggu. Penataan tempat duduk yang didesain dalam chart dapat digambar sendiri
oleh murid atau sekelompok murid secara bergilir, sehingga keterbatasan
penataan tempat duduk secara tradisional ini dapat diminimalkan pengaruh
buruknya. Penataan dan gambar desain dilaksanakan secara bergilir, sehingga
setiap kelompok mempu menuangkan idenya dan mengembangkan iklim demokrasi di
kelasnya, sehingga sikap menghargai pendapat orang lain dengan menghilangkan
pandangan mereka sendiri.
b. Melingkar
Model duduk seperti ini dapat digunakan guru dalam pembelajaran
diskusi kelompok, sehingga ada modifikasi untuk menghilangkan kejenuhan siswa.
c. Tapal kuda
Model ini sesuai untuk melaksanakan diskusi kelas yang dipimpin
oleh guru atau ketua diskusi yang dipilih siswa. Diskusi kelas akan
meningkatkan keberanian dibanding keberanian yang hanya muncul pada kelompok
kecil.
3. Peran
guru dalam pengaturan alat-alat pelajaran
Alat-alat pelajaran dapat klasifikasikan menjadi
beberapa kelompok, antara lain: Menurut kedudukannya; alat pelajaran dibedakan
atas permanen dan tidak permanen. Permanen jika alat pelajaran tersebut
diletakkan di kelas secara terus menerus, misalnya: listrik, papan tulis, dan
sebagainya. Alat pelajaran tidak permanen atau yang bergerak yaitu alat
pelajaran yang dapat dipindah, misalnya: kursi, OHP, mesin-mesin, peta, dan
sebagainya. Menurut fungsinya; a) alat untuk menulis; kapur, papan tulis,
pensil, dan lain-lain; b) alat-alat lukis; jangka, meter, segitiga, buku.
Alat-alat pelajaran tersebut tidak perlu
disimpan ditempat khusus, tetapi cukup diatur di dalam kelas, sehingga bila sewaktu-waktu
digunakan akan cepat.
4. Peran
guru dalam pemeliharaan keindahan ruangan kelas
Dengan Motto yang menyatakan
“bersih adalah sehat dan rapi adalah indah” merupakan hal yang tidak dapat
dipungkiri. Setiap manusia memiliki cita rasa keindahan walaupun derajat
keindahannya berbeda. Keindahan akan memberikan rasa nyaman dan membuat anak
betah tinggal di tempat tersebut. Kelas yang diharapkan mengundang anak untuk
betah berada di dalamnya hendaknya dijaga kebersihan dan keindahannya. Guru
memiliki peran untuk mengorganisir siswanya agar dapat mendesain kelasnya
menjadi kelas yang indah.
Keindahan dapat dicapai dengan beberapa cara, yaitu:
(a) menata ruangan menjadi
rapi, misalnya; menata alat pelajaran sesuai kelompoknya, menata buku sesuai
tinggi buku, tebal buku, dan kelompok buku, penataan alat pelajaran permanent
yang sesuai dengan ruangan agar anak yang tenggelam dalam
lautan ilmu pengetahuan akan mengalami pembelajaran secara alamiah, nyata,
langsung, dan bermakna,
(b) penataan meja guru, gambar-gambar merupakan factor pendukung
tercapainya ruangan yang rapian indah.
C. Hubungan antara Ruang Kelas Dengan Gairah Belajar
Menciptakan ruang kelas yang baik yang dapat menggairahkan belajar peserta didik tentunya tidak mudah. Diperlukan keaktifan dan inisiatif guru dalam mengelola ruang kelas. Ruang kelas merupakan tempat yang dipakai sehari-hari oleh guru dan peserta didik. Oleh karena itu, ruang kelas harus dibuat senyaman mungkin baik dari penataan tempat duduk maupun perlengkapan. Dengan penataan yang baik akan memberikan ekspektasi yang luar biasa bagi peserta didik dan secara tidak langsung berdampak pada gairah belajar siswa. Dalam penataan ruang kelas harus dikomunikasikan dengan peserta didik agar terjadi kesepakatan dalam penetapan peletakan barang. Namun tetap guru sebagai pengambil keputusan karena guru harus mempertimbangkan baik buruknya dan tingkat ke efesiensi dalam proses belajar mengajar.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Ruang
kelas merupakan lingkungan pembelajaran baik bagi guru maupun peserta didik.
Agar tercipta suasana belajar yang menggairahkan, perlu diperhatikan
pengaturan/penataan ruang kelas/belajar.
Wujud
penataan kelas seperti pengaturan tempat duduk, pengaturan alat-alat pengajaran,
penataan keindahan dan kebersihan kelas dan ventilasi serta tata cahaya
Ruang
kelas memberikan pengaruh bagi gairah belajar siswa baik secara langsung maupun
tidak langsung.
Manata
ruang kelas harus dikomunikasikan kepada siswa agar terjadi kesepakatan sehingga
terciptanya ruang kelas yang nyaman serta sekaligus memberikan pembelajaran
yang bermakna kepada siswa.
B. Saran


DAFTAR
PUSTAKA
5 comments:
sip kakak (y)
izin copas kk!!:)
izin copas kk!!:)
aku tambahin dikit kak, kenyamanan di ruang kelas salah satunya bisa kita dapatkan jika ruangan sejuk dengan menggunakan air conditioner meskipun harga ac terbilang mahal tapi lumayan membantu pelajar dalam hal kenyamanan saat belajar.
ijin bookmark yah kak, buat bahan tugas aku nih..
Izin copas kk 🙏🙏
Post a Comment