Wednesday, 30 May 2012

Makalah Pertumbuhan dan Perkembangan pada hewan verteberata


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas izinnya makalah yang berjudul Pertumbuhan dan Perkembangan pada Verteberata telah selesai kami susun. Guna memenuhi tugas mata kuliah Konsep Dasar IPA yang dibimbing oleh Bapak Muchammad Nur Arifin, S.Pd.
Makalah ini berisi beberapa informasi tentang Pertumbuhan dan Perkembangan pada hewan verteberata. Yang kami harapkan dapat memeberikan informasi bagi para pembaca.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam menyusun makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.

Semarang, Oktober 2010

Penyusun



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................... iii
BAB I       PENDAHULUAN......................................................................... 1
A.    Latar Belakang......................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah..................................................................... 2
C.     Tujuan....................................................................................... 2

BAB II      PEMBAHASAN MASALAH...................................................... 3
A.  Vertebrata ................................................................................ 3
1.      Pengertian Hewan Vertebrata............................................ 3
2.      Ciri-ciri vertebrata............................................................... 3
3.      Subfilum vertebrata............................................................ 5
B.   Reptilia..................................................................................... 9
C.   Pertumbuhan dan Perkembangan Buaya.................................. 9
1.      Pengertian pertumbuhan dan perkembangan...................... 9
2.      Pertumbuhan dan perkembangan buaya............................. 10
D.  Faktor- Faktor Pertumbuhan dan Perkembangan
pada Hewan.............................................................................. 20
1.      Faktor internal.................................................................... 20
2.      Faktor eksternal.................................................................. 20

BAB III    PENUTUP
A.    Simpulan ................................................................................. 22
B.     Saran ....................................................................................... 22

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Reptilia tergolong dalam benda hidup, kumpulan hewan, mempunyai tulang belakang. Ciri-ciri hewan reptilia adalah sebagai berikut:
·           Kulit bersisik kering
·           Bernapas melalui berparu
·           Biasanya bertelur dan telur bercangkang keras
·           Sesetengah reptilian mempunyai empat kaki dan seetengah tiada kaki
·           Berdarah sejuk (suhu badan berubah mengikuti suhu persekitaran)

Contoh-contoh hewan dari keluarga reptilian:
·           Buaya
·           Ular
·           Penyu
Reptilia merupakan hewan berdarah sejuk yang dibagi kepada empat orderyang masih hidup. Reptilia boleh didapati diseluruh dunia dari kawasan padang pasir yang kering, dipusat Bandar, sehingga beratus meter didalam laut. Bagaimanapun reptilia tidak terdapat dikawasan kutub dan puncak gunung.
Disebabkan reptilia berdarah sejuk, mereka tidak dapat mengawal suhu badan mereka. Hewan reptilia mempunyai kulit yang bersisik atau berketul yang terdiri dari pada selaput bertulang atas bergading, mempunyai kaki yang berdekatan tidak mempunyai kaki langsung. Kebanyakan reptilian bertelur (oviparous), walaupun setengahnya adalah (ovoviviparous), menyimpan telur didalam perut ibu sehingga menetas.
Telur reptilian mempunyai kuning telur berzat dan kuning telur yang kukuh seperti kulit. Pengeraman dilakukan dengan menggunakan hara tanah semasa telur diramkan didalam sarang seperti buaya, atau didalam tanah seperti penyu. Reptilia tidak mempunyai peringkat larva seperti ampibia. Telur reptilia juga mempunyai kulit liat dan tidak diselaputi gel. Terdapat 5000-6000 spesies reptilian dalam empat order dan tiga sub-kelas.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan verteberata? Jelaskan dan beri contoh!
2.      Vertebrata dibagi menjadi lima kelas salah satunya adalah reptilia. Apa yang dimaksud reptilia dan sebutkan ciri-cirinya!
3.      Class reptilia dibagi menjadi beberapa ordo salah satunya adalah crocodile.

C.    Tujuan
Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pada hewan vertebrata kelas reptilia terutama buaya.















BAB II
PEMBAHASAN MASALAH

A.    VERTEBRATA
1.    Pengertian vertebrata
Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki tulang belakang. Dalam sistem klasifikasi, vertebrata merupakan subfilum dari filum chordata. Vertebrata dibedakan menjadi:
·      Superkelas Agnatha (mempunyai mulut yang tak berahang)
·      Superkelas Gnathostomata (mempunyai mulut yang berahang)

2.    Ciri-ciri vertebrata
a.         Mempunyai ruas-ruas tulang belakang. Organ ini merupakan perkembangan lanjut dari nortokoda. Sedangkan nortokoda hanya tampak pada masa embrio.
b.         Mempunyai cranium (tulang tengkorak), sehingga vetebrata disebut juga craniata. Cranium tersebut berfungsi untuk melindungi otak.
c.         Tubuh simetris bilateral dan menunjukkan adanya alat-alat tubuh yang mengalami segmentasi.
d.        Kulit terdiri atas dua lapis, yaitu epidermis (lapisan luar), dan endodermis (bagian dalam). Vertebrata yang biasa hidup di air, kulitnya berlendir sedang yang hidup didarat kulitnya kering, ditumbuhi bulu, rambut, atau sisik.
e.         Rangka berupa rangka dalam (endoskeleton), yang umumnya terdiri atas tulang keras, tulang spons dan atau tulang rawan.
Fungsi rangka untuk:
Ø  Memberi bentuk tubuh
Ø  Menegakkan berdirinya tubuh
Ø  Melindungi organ-organ tubuh yang lemah
Ø  Sebagai alat gerak pasif
Ø  Sebagai tempat melekatnya otot rangka
f.          Pada rangka, melekat otot rangka atau otot seran lintang yang berfungsi sebagai alat gerak aktif.
g.         Mempunyai rongga badan (coelom) yang dibatasi oleh peritonium (selaput dinding rongga tubuh). Didalam coelom ini terdapat alat-alat seperti : alat peredaran, alat pernapasan, alat pencernaan, alat ekskresi, dan alat reproduksi.
h.         Alat pencernaan (organon digestivum) terdiri atas seluruh pencernaan. Saluran pencernaan berfungsi untuk melakukan pencernaan secara mekanis, menyerap zat makanan, membuang sisanya. Sedang kelenjar pencernaan berfungsi untuk menghasilkan enzim yang penting dalam pencernaan secara kimiawi (enzimatis).
i.           Alat pernapasan. Vertebrata yang hidup diair umumnya bernapas dengan insang, sedang yang hidup didarat (terestrial) umumnya bernapas dengan paru-paru.
j.           Alat peredaran darah terdiri atas jantung dan pembuluh darah. Jantung terdiri atas serambi (atrium) dan bilik (ventrikel). Sedangkan pembuluh darahnya terdiri atas arteri (pembuluh nadi) dan vena (pembuluk balik). Peredaran darah pada vertebrata dapat dibedakan menjadi dua, yaitu peredaran getah bening yang merupakan peredaran terbuka, dan peredaran darah yang merupakan peredaran darah tertutup.
k.         Alat ekskresi berupa ginjal terdiri atas ginjal kanan dan kiri.
l.           Pada vertebrata terdapat kelenjar buntu (endoktrin) yang menghasilkan hormon yang langsung dicurahkan kedarah. Hormon ini berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan, mengatur proses metabolisme dalam tubuh, mempengaruhi perkembangan dan proses faal lain.


m.       Susunan saraf terdiri atas:
Ø  Susunan saraf pusat yang berupa otak dan sumsum tulang belakang.
Ø Susunan saraf tepi yang terdiri atas 10 – 12 pasang serabut saraf otak, dan 31 pasang serabut saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang.
n.         Sistem alat reproduksi terpisah, artinya terdapat jenis jantan dan jenis betina. Umumnya alat tersebut berpasangan kanan dan kiri, kecuali pada burung betina, alat reproduksinya yang berkembang hanya yang kiri, sedang yang kanan mereduksi. Kelenjar kelamin jantan menghasilkan spermatozoa (sel kelamin jantan), sedang kelenjar kelamin betina menghasilkan ovum (sel telur).

3.    Sub filum vertebrata
Sub filum vertebrata dibagi menjadi 7 kelas, yaitu:
a.         Agnatha (vertebrata yang tidak berahang)
b.         Chondrichthyes (ikan bertulang rawan)
c.         Osteichthyes (ikan bertulang sejati)
d.        Amphybia (hewan yang hidup di dua alam ), golongan katak
e.         Reptilia (binatang merayap)
f.          Aves ialah golongan unggas (burung)
g.         Mamalia ialah golongan hewan yang menyusui

Keterangan:
a.         Kelas Agnatha
Ø  Bentuknya seperti ikan, tidak mempunyai rahang, dan tidak bersisik.
Ø  Jantung mempunyai satu bilik (ventrikel)
Ø  Sirip tidak berpasangan
Ø  Rangka tersusun atas tulang rawan. Umumnya bersifat parasit.
Contoh :        ikan Lamprey (Petromyzon sp)
                      ikan Hag Myxine
b.         Kelas Chondrichthyes (ikan bertulang rawan)
Ø  Rangka tersusun atas tulang rawan. Telah berahang
Ø Celah insang tampak dari luar dan tidak mempunyai tutup insang. Mempunyai sisik. Sirip berpasangan.
Ø  Jantung beruang dua (satu serambi satu bilik)
Ø  Mulut umumnya terletak agak didaerah ventral dari kepala.
Contoh :          ikan hiu
                      ikan pari
c.         Kelas Osteichthyes
Ø  Rangka tersusun atas tulang sejati
Ø Jantung terdiri atas 1 serambi dan 1 bilik
Ø Celah insang tertutup oleh tutup insang
Ø Tubuh tertutup oleh sisik, yang umumnya terbentuk melalui proses penulangan (osifikasi). Sisik ini sekaligus sebagai rangka luar.
Ø Tubuh terdiri atas kepala, badan, dan ekor.
Ø Bernapas dengan insang. Poikiloterm yang endoterm, artinya berdarah dingin tetapi tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan.
Ø Alat geraknya berupa sirip. Kecuali sirip ekor, sirip punggung dan sirip belakang umumnya berpasangan.
d.        Kelas Amphibia
Ø  Habitat di darat, di air maupun di tempat lembab.
Ø Larvanya hidup diair dan bernapas dengan insang. Pada waktu baru menetas, insangnya berupa insang luar, kemudian berubah menjadi insang dalam. Dewasanya bernapas dengan paru-paru dan kulit. Paru-paru efektif pada waktu didarat, sedang kulit efektif pada waktu di dalam air.
Ø Mempunyai dua pasang anggota, tetapi pada beberapa spesies tidak ditemukan. Yang berkaki umumnya tidak bercakar.
Ø Kulit licin dan mudah dilepas karena dibawahnya terdapat kelenjar limfe. Pada kulit tidak ditemukan sisik.
Ø Katak dan sebangsanya berdarah dingin (poikiloterm) yang eksoterm, artinya suhu tubuh berubah-ubah sesuai dengan suhu lingkungan.
Ø Berkembang biak dengan bertelur, serta pembuahannya terjadi di luar tubuh (fertilisasi eksternal)
Ø  Jantung beruang tiga, terdiri atas dua serambi satu bilik.
Ø  Dalam perkembangan hidupnya, katak mengalami metamorfosis.
e.         Kelas Reptilia
Ø  Sudah benar-benar beradaptasi dengan kehidupan darat.
Ø Kulitnya kering, bersisik dari zat tanduk dan pada umumnya tidak mempunyai kelenjar lendir.
Ø Mempunyai dua pasang tungkai yang berkuku. Sedang yang beradaptasi dengan kehidupan akuatik (air) tungkainya berubah menjadi seperti sirip.
Ø Jantung terdiri atas 4 ruangan, yaitu dua serambi dan dua bilik. Antara bilik kiri dan kanan belum bersekat sempurna. Sel darah merah (eritrosit)-nya berinti.
Ø Reptilia berdarah dingin (poikiloterm), dan dipengaruhi oleh suhu lingkungan.
Ø Reptilia muda maupun yang dewasa bernapas dengan paru-paru.
Ø Umumnya reptil ovipar (bertelur) dan sebagian lagi ovovivipar dan ada pula yang vivipar. Contoh yang ovivipar adalah kadal, sedang yang vivipar adalah ular boa. Pembuahannya terjadi didalam tubuh (fertilisasi internal), dengan alat kopulasi jantan disebut hemipenis.


f.          Kelas Aves
Ciri-cirinya :
Ø Umumnya hidup di darat walaupun banyak yang mencari makanannya di air.
Ø Sisiknya mengalami modifikasi menjadi bulu yang membungkus tubuhnya. Bangunan sisik yang banyak dijumpai pada reptilia masih tampak pada Aves, yang terdapat pada tungkai belakangnya.
Ø Anggota gerak bebas depan berupa sepasang sayap.
Ø Rangka tubuh terdiri atas tulang-tulang yang kuat, dan umumnya berisi udara.
Ø Berdarah panas dan suhu tetap (homoiotherm). Jantung terdiri atas 4 ruangan, dua serambi dan dua bilik. Dan antara jantung belahan kanan dan kiri telah bersekat sempurna. Eritrositnya masih berinti.
Ø Alat pernapasannya berupa paru-paru dan gelembung udara (sacus pneumaticus)
Ø Testis berjumlah sepasang, sedang ovarium hanya satu tumbuh dengan baik, yaitu ovarium kiri.
Ø Pembuahannya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal), mempunyai kuning telur yang besar dan selalu terbungkus oleh cangkang dari zat kapur yang kuat.
Ø Bentuk paruh dan cakarnya bermacam-macam, sesuai dengan jenis makanannya serta tempat tinggalnya.
Ø Alat indera burung telah berkembang dengan baik.
Ø Burung mempunyai kemampuan untuk mengerami telurnya dan memelihara anaknya. Anggota Aves kurang lebih terdiri atas 8.600 spesies, terbagi atas 27 ordo.
Burung yang masih hidup sampai zaman ini ada 5.580 spesies, dikelompokkan ke dalam 27 ordo. Lebih dari setengahnya dari seluruh spesies burung itu tergolong dalam satu ordo, yaitu ordo Passeri formes (burung petengger).
g.         Mamalia (binatang menyusui)
Ø Umumnya hidup di darat (terestrial).
Ø Sisik bermodifikasi menjadi rambut.
Ø Pada kulitnya terdapat kelenjar keringat, kelenjar minyak, dan kelenjar bau.
Ø Bagi yang hidup di darat, anggota gerak bebas berupa kaki dan atau tangan.
Bentuk kaki disesuaikan dengan fungsinya.

B.     REPTILIA
Reptilia (dalam bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berfungsi mencegah kekeringan.
Ciri-ciri Reptilia:
Ø      Anggota tubuh berjari lima.
Ø      Bernapas dengan paru-paru.
Ø      Jantung beruang tiga atau empat.
Ø      Menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya (eksoterm)
Ø      Fertilisasi internal.
Ø Menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur amniotik bercangkang. Contoh: buaya, kadal, ular.

C.    PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BUAYA
1.    Pengertian pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah atau ukuran sel. Bersifat irrevesibel atau tak dapat kembali seperti semula. Dapat di ukur atau dinyatakan dalam angka dengan grafik (bersifat kuantitatif). Perkembangan adalah proses menuju tingkat kedewasaan atau pematangan, tidak dapat di ukur atau hanya dapat diamati (kualitatif).
2.    Pertumbuhan dan perkembangan buaya
Buaya mempunyai tubuh yang panjang, berkulit tebal, berkaki pendek, dan ekor panjang yang kuat. Biasanya lebih panjang dibandingkan dengan badannya. Buaya mempunyai mocong yang panjang dilengkapi gigi yang kuat dan tajam untuk menangkap mangsa. Gigi buaya berjumlah 30 – 40 buah pada setiap rahang dan akan tampak bersambung ketika mulutnya tertutup.
Umumnya buaya menghuni habitat perairan tawar seperti sungai, danau, rawa, dan lahan basah. Makanan buaya adalah hewan-hewan bertulang belakang seperti bangsa ikan, reptil, dan mamalia. Terkadang juga moluska dan krustasea, tergantung pada spesiesnya.
Pada musim kawin dan bertelur buaya dapat menjadi sangat agresif dan mudah menyerang manusia atau hewan lain yang mendekat. Dimusim bertelur buaya amat menjaga sarang dan telur-telurnya. Induk buaya betina umumnya menyimpan telur-telurnya dengan dibenamkan di bawah gundungan tanah atau pasir bercampur dengan serasah dedaunan. Induk tersebut kemidian menungguinya dari jarak sekitar 2 meter.
Seekor betina bertelur sebanyak 30 – 60 butir telur dan dieramkan dalam daun-daun membusuk selama kira-kira 60 hari. Ketika menetas, panjangnya anak buaya 20 – 25 cm, dan dalam 1 tahun bertambah panjang kira-kira 30 cm. Buaya dewasa jantan beratnya kira-kira 125 kg, yang betina 60kg.
                         



Umur reptilia cukup panjang. Penyu dan kura-kura umumnya dapat hidup 20 – 100 tahun. Buaya dan ular besar dapat hidup 25 – 40 tahun, ular kecil sampai 20 tahun. Beberapa jenis reptilia memakan jenis-jenis reptilia lainnya, misalnya ular raja dan ular kepala perunggu makan ular lainnya. Burung gagak, burung rajawali makan reptil kecil. Beberapa jenis mamalia antara lain rakun, rubah, koyota makan reptil. Tupai tanah makan bengkarung. Ular dan bengkarung berguna bagi manusia karena makan hewan pengerat dan insekta hama tanaman. Tetapi ada juga ular yang makan telur burung-burung. Manusia makan daging penyu dan kura-kura.
a.    Reproduksi pada  buaya
Jantan :
·      Memiliki alat kelamin khusus : HEMIPENIS
·      Sepasang testis berfungsi sebagai penghasil spermatozoa.
·      Memiliki epididimis
·      Memiliki vas deferens yang berfungsi sebagai saluran tempat keluarnya spermatozoa dari testis keluar tubuh
·      Kloaka

Betina :
·      Memiliki sepasang ovarium sebagai penghasil sel ovum
·      Memiliki saluran telur (oviduk) yang berfungsi sebagai saluran tempat keluarnya sel telur dari ovarium keluar tubuh melalui kloaka.
·      Kloaka adalah muara dari tiga saluran, yaitu saluran kencing, saluran pencernaan, dan saluran kelamin yang berfungsi sebagai tempat pengeluaran spermatozoa keluar tubuh.


Buaya melakukan perkembangbiakan secara kawin dan pembuahannya berlangsung dalam tubuh induk betinanya. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada buaya adalah sebagai berikut :
1)        Bertemunya ovum dan sel sperma sehingga membentuk zigot. Buaya betina menghasilkan ovum didalam ovarium. Ovarium kemudian bergerak disepanjang oviduk menuju kloaka. Buaya jantan menghasilkan sperma didalam testis. Sperma akan bergerak disepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epidermis. Dari epidermis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir dihemipenis. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik. Pada saat mengadakan kopulasi hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan kedalam saluran kelamin betina.
2)        Zigot mengalami pembentukan mitosis melalui beberapa fase, yaitu:
a)                  Morula (terdiri dari 8 sel)
b)                  Blastula (terdiri dari 16 sel)
c)                  Gastrula (tediri dari 32 sel)
3)        Setelah melalui 3 fase tersebut akan terbentuk embrio.
4)        Ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang tahan air.



“ SKEMA SPERMATOGENESIS PADA BUAYA”


 
           ♂ Spermatogonium
                                                         Mitosis

Spermatosit primer
            2n
                                                                                    Meiosis I

                        Spermatosit                                         Spermatosit
                        Sekunder (n)                                       sekunder (n)
Meiosis II
                                                                                                                       
    Spermatid (n)                      Spermatid (n)              Spermatid (n)              Spermatid (n)


Sperma                                   Sperma                         Sperma                       Sperma












“SKEMA OOGENESIS PADA BUAYA”
         Oogonium (2n)


 
                                Mitosis
            Oosit primer
           (2n)
                                                                                           Meiosis I
                   Oosit sekunder                                                Badan polar I
                             (n)

Ootid                                  Badan polar                 Badan polar                 Badan polar         
   (n)                                            II                                             II                                  II

Ovum                                        X                                   X                                              X

v  X : ovum yang tak potensial.


b.    Jenis kelamin pada buaya
Embrio buaya tidak mempunyai kromosom seksual yaitu kromosom yang menentukan jenis kelamin anak yang akan ditetaskan. Jadi tak sebagaimana manusia, jenis kelamin buaya tidak ditentukan secara genetik. Jenis kelamin buaya ditentukan oleh suhu pengeraman atau suhu sarang tempat telur ditetaskan. Pada buaya muara , suhu sekitar 31,6 OC akan menghasilkan buaya jantan. Sedikit lebih rendah atau lebih tinggi dari angka itu akan menghasilkan buaya betina. Masa pengeraman telur adalah sekitar 80 hari.

c.    Umur buaya
Tidak ada cara yang meyakinkan untuk menghitung umur buaya. Selain dengan mengetahui waktu penetasannya dahulu, meskipun ada beberapa teknik yang telah dikembangkan.

Metode yang paling umum digunakan untuk menaksir umur buaya ialah dengan menghitung lingkaran tumbuh pada tulang dan gigi. Tiap-tiap lapis lingkaran menggambarkan adanya perubahan pada laju pertumbuhan, yang mungkin disebabkan oleh perubahan musim kemarau dan hujan yang berulang setiap tahun.

Dengan tetap mengingat peluang ketidaktepatan metode ini, buaya yang tertua kemungkinan adalah spesies yang terbesar. Buaya muara diperkirakan dapat hidup rata-rata hingga 70 tahun dan sedikit individu yang terbukti melebihi umur 100 tahun.

d.   Karakteristik eksternal
Tubuh terbagi menjadi kepala,leher, badan, ekor. Kaki dengan jari yang bercakar kuat. Mulut panjang. Dua lubang hidung pada ujung moncongnya. Mata besar lateral, mempunyai kelopak mata atas dan bawah. Membran niktitans tembus cahaya. Lubang telinga tertutup oleh lipatan kulit. Anus merupakan celah longitudinal di belakang pangkal kaki belakang. Kulit dengan lempeng-lempeng berzattanduk, tersusun membujur tubuh. Yang dewasa eksoskeletonnya berupa papan-papan dermal. Buaya mempunyai 3 pasang kelenjar kasturi (musk glands) yang terletak di sisi kepala, dalam mulut, dan dalam kloaka.














 

e.    Morfologi dan fisiologi sistem organ
Sistem skeleton
Tengkorak dengan moncong kuat. Rahang bawah bersendi pada tulang kuadrat dengan tulang kepala. Kranium dengan tulang langit-langit yang keras, dan diatas langit-langit terdapat saluran udara. Kolumna vertebralis dengan 5 tipe bertebrae: 9 servikal, 10 toraks, 5 lumbral, 2 sakral, dan kira-kira 39 kaudal. Pada vertebrae servikal ada rusuk-rusuk pendek, bebas. Vertebrae torakal dan sternum dihubungkan oleh rusuk dada. Antara sternum dan tulang pubik terdapat 7 pasang rusuk abdominal berbentuk huruf V.

Sistem otot
Dibanding dengan katak, sistem otot buaya itu lebih rumit, karena gerakannya lebih kompleks. Otot-otot kepala, leher, dan kaki tumbuh baik, walaupun kurang jika dibandingkan pada mammalia. Segmentasi otot jelas pada kolumna vertebralis dan rusuk.

Sistem pencernaan
Mulut lebar dengan gigi kuat untuk menerkam dan memutar mangsanya. Lidah pipih tidak dapat dijulurkan. Dibelakang pangkal lidah terdapat lipatan transversal yang jika tertekan akan menutup lubang faring. Ini berarti, didalam air buaya dapat membuka mulutnya tetapi tidak memungkinkan air masuk ke dalam paru-paru. Dari faring terus ke esofagus, lambung (dengan bagian fundus dan pilorus), terus ke usus halus, rektum yang besar, kemudian ke kloaka dan anus. Mempunyai hati, dan pankreas dengan saluran keusus halus. Kloaka digunakan untuk membuang sisa pencernaan, ekskret, dan reproduksi.

Sistem sirkulasi
Jantung terdiri dari sinus venosus, 2 serambi dan 2 bilik. Bilik terpisah secara sempurna menjadi 2 bagian. Darah dari sinus venosus ke serambi kanan, bilik kanan, arteri paru-paru (2), vena paru-paru (2), terus keserambi kiri, dan bilik kiri. Dari bilik kiri keluar sepasang lengkung aorta. Satu kedorsal kemudian menjadi arteri karotis dan memberi darah ke kepala, leher dan kaki depan. Yang lainnya terus ke aorta dorsal  dan memberi darah untuk rongga tubuh dan kaki belakang serta ekor darah vena dari kepala, leher, dan kaki depan terkumpul dalam vena cava anterior. Darah dari ginjal dan alat reproduksi terkumpul dalam vena cava posterior. Darah dari saluran pencernaan terkumpul dalam vena hepatis terus kehati. Vena epigastrica menerima darah vena dari kaki belakang, ekor dan rongga tubuh. Semua darah vena terkumpul dalam sinus venosus.

Sistem respirasi
Udara masuk melalui lubang hidung, menuju kehidung dalam (dibelakang velum), melalui glottis (dalam faring) tempat terdapat pita suara, menuju ke trakea, kemudian bronki yang bercabang dua masing-masing ke paru-paru.

Sistem ekskresi
Ginjal dua buah, pipih. Ada ureter dan bermuara di samping kloaka.

Sistem saraf dan sensori
Otak dengan 2 lobus olfaktorius yang panjang, hemisfer serebral, 2 lobus optikrus, serebellum, medulla oblongata yang melanjut ke korda saraf. Dibawah hemisfer serebral terdapat traktus optikus dan saraf optikus, infundibulum, dan hipofisis. Terdapat 12 pasang saraf kranial. Pasangan-pasangan saraf spinal menuju ke somit-somit tubuh.
Pada lidah terdapat kuncup-kuncup perasa, dan terdapat organ pembau pada rogga hidung. Mata dengan kelenjar air mata. Telinganya seperti telinga vertebrata rendah. Saluran auditori eksternal tertutup kulit, dengan membran timpani. Telinga dalam dengan 3 saluran semisirkular untuk mendengar. Dari ruang timpani ada saluran Eustachius dan bemuara dalam faring dibelakang hidung dalam.

D.    FAKTOR-FAKTOR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN
1.    Faktor internal
a.    Gen
Gen merupakan faktor keturunan yang diwariskan oleh induk. Gen akan mengendalikan dan menentukan pola dasar pertumbuhan dan perkembangan dari suatu organisme. Misalnya : tulang, ciri-ciri, sifat, dll.
b.    Hormon
Hormon yang memiliki pengaruh utama terhadap pertumbuhan hewan adalah hormon pertumbuhan (somatotrop)
2.    Faktor eksternal
a.    Makanan
Salah satu ciri makhluk adalah memerlukan makanan. Fungsi makanan yang paling utama adalah sebagai pembangun tubuh dan sumber energi. Zat makanan yang berperan paling besar dalam pertumbuhan adalah protein.
b.    Air
Air merupakan pelarut dan menjadi media untuk terjadinya reaksi kimia didalam tubuh buaya. Reaksi-reaksi kimia bertujuan untuk menghasilkan energi.


c.    Aktivitas
Aktivitas dalam waktu lama bertahun-tahun akan berpengaruh terhadap struktur, tulang dan otot.
d.   Cahaya matahari







BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Buaya merupakan hewan vertebrata dari kelas reptilia. Buaya adalah hewan bertubuh besar yang hidup di air dan berdarah dingin.
Pada musim kawin buaya menjadi agresif dan mudah menyerang manusia/ hewan lainyang mendekat. Induk buaya umumnya menyimpan telur-telurnya dibawah gundukan tanah/ pasir.
Embrio buaya tidak mempunyai kromosom seksual.jenis kelamin ditentukan oleh suhu pengeraman. Suhu sekitar 31,6 oC akan menghasilkan buaya jantan. Sedangkan suhu sedikit lebih rendah dan sedikit lebih tinggi akan menghasilkan buaya betina. Waktu pengeraman 60-80 hari.
Kita dapat mengetahui umur buaya dengan menghitung lingkaran tubuh pada tulang dan gigi buaya. Umur buaya sangat panjang. Buaya dapat hidup 25 – 100 tahun. Buaya memiliki panjang tubuh dari 5 meter dengan berat 125-1.200 kg.

B.  Saran
1.    Memperbanyak buku referensi pertumbuhan dan perkembangan buaya.
2.    Mempelajari tentang pertumbuhan dan perkembangan hewan melalui kehidupan sehari-hari.
3.    Menjaga kelestarian budaya agar tidak punah.






DAFTAR PUSTAKA

Brotowidjoyo, Mukayat Djarubito. 1989. Zoologi Dasar. Jakarta : Erlangga.

Campbell, Reece dan Mitchel. 2000. Biologi “Perkembangan Hewan”. Jakarta : Erlangga.

Holstvoogd, Delsman. 1953. Buku Ilmu Binatang. Jakarta : J.B.Wolters.

Kadaryanto, dkk. 2002. Kajian dan Terapan Biologi “Perkembangan pada Hewan”. Jakarta : Yudistira.

Kimbal, J.W. 1999. Biologi Jilid 3 Cetakan ke-3. Jakarta : Erlangga.

Sumarjito. 2008. Biologi untuk SMA Kelas XII IPA. Yogyakarta : Primaga.

Ville, Cinude. A, dkk.1999. Biologi Umum. Cilacap – Jakarta : Erlangga.



2 comments:

Post a Comment

 
;