Thursday, 26 April 2012 0 comments

poster pendidikan II

Bacalah Buku...
Masa Depan mu di Tentukan Oleh Buku yang Kamu Baca ...".^
0 comments

poster pendidikan


2 comments

artikel bahasa indonesia vs bahasa alay


BAHASA INDONESIA VS BAHASA ALAY
Oleh: Indah Sofiah
Abstrak
               Penulis memilih membahas judul ini bertujuan untuk memberikan pandangan kepada pembaca mengenai perkembangan bahasa gaul (alay) yang sudah mulai menggeser keberadaan bahasa indonesia sebagai alat komunikasi. Kebenaran berbahasa akan berpengaruh terhadap kebenaran informasi yang disampaikan. Berbagai fenomena yang berdampak buruk pada kebenaran berbahasa yang disesuaikan dengan kaidahnya, dalam hal ini berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.
               Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik. Berbahasa yang baik yang menempatkan pada kondisi tidak resmi atau pada pembicaraan santai tidak mengikat kaidah bahasa di dalamnya. Ragam berbahasa seperti ini memungkinkan munculnya gejala bahasa baik interferensi, integrasi, campur kode, alih kode maupun bahasa gaul. Bahasa gaul merupakan salah satu cabang dari bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk pergaulan.  

    Kata-kata kunci : bahasa indonesia, bahasa gaul (alay).

I.                       Pendahuluan
               Alay adalah singkatan dari Anak layangan, Alah lebay, Anak layu atau Anak kelayapan yang menghubungkannya dengan anak jarpul (Jarang Pulang). Tapi yang paling terkenal adalah Anak layangan. Dominannya, istilah ini menggambarkan anak yang menganggap dirinya keren secara gaya busananya. Menurut Koentjaraningrat, Alay adalah gejala yang dialami pemuda dan pemudi bangsa Indonesia, yang ingin diakui statusnya di antara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakaian, sekaligus meningkatkan kenarsisan yang cukup mengganggu masyarakat pada umumnya. Diharapkan sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar.
               Bahasa Alay itu sangat berbeda dari bahasa biasanya, awal mula kemunculan bahasa rumit ini tak lepas dari perkembangan SMS atau layanan pesan singkat. Namanya pesan singkat, maka menulisnya jadi serba singkat, agar pesan yang panjang bisa terkirim hanya dengan sekali SMS. Selain itu juga agar tidak terlalu lama mengetik dengan tombol handphone yang terbatas. Awalnya memang hanya serba menyingkat. Kemudian huruf-huruf mulai diganti dengan angka, atau diganti dengan huruf lain yang jika dibaca kurang lebih menghasilkan bunyi yang mirip. Penggunaan bahasa sandi itu menjadi masalah bila digunakan dalam komunikasi massa karena lambang yang mereka pakai tidak dapat dipahami oleh segenap khayalak media massa atau dipakai dalam komunikasi formal secara tertulis.
               Pesatnya perkembangan jumlah pengguna bahasa Alay menunjukkan semakin akrabnya generasi muda Indonesia dengan dunia teknologi terutama internet. Munculnya bahasa Alay juga menunjukkan adanya perkembangan zaman yang dinamis, karena suatu bahasa harus menyesuaikan dengan masyarakat penggunanya agar tetap eksis. Akan tetapi, munculnya bahasa Alay juga merupakan sinyal ancaman yang sangat serius terhadap bahasa Indonesia dan pertanda semakin buruknya kemampuan berbahasa generasi muda zaman sekarang. Dalam ilmu linguistik memang dikenal adanya beragam-ragam bahasa baku dan tidak baku. Bahasa tidak baku biasanya digunakan dalam acara-acara yang kurang formal.  



II.                     Pembahasan
               Perkembangan teknologi dan budaya asing saat ini sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari. Terutama dalam kehidupan serta pergaulan remaja. Dengan semakin majunya teknologi dan ditambah dengan pengaruh budaya asing tersebut, maka akan mengubah sikap, perilaku serta kebiasaan mereka. Hal tersebut tidak hanya mengubah gaya hidup, seperti cara berpakaian, tetapi juga dapat mengubah cara seseorang (remaja) dalam berinteraksi serta berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini berkaitan dengan penggunaan bahasa.
Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1) bahwa bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

Seiring dengan berkembangnya jaman, maka munculah modifikasi bahasa, atau dikenal dengan bahasa alay. Bahasa Alay merupakan bahasa sandi yang hanya berlaku dalam komunitas Alay. Fenomena bahasa alay menjadi menarik, karena tidak semua orang mau menerima bahasa Alay ini. Bahasa Alay sering digunakan oleh komunitas tersebut dalam SMS, atau status di Facebook dan Twitter. Entah karena banyaknya orang yang memakai tulisan alay sehingga berdampak banyak orang yang merasa terganggu sampai-sampai muncul grup antialay di Facebook. Apakah penggunaan bahasa Alay mempunyai pengaruh terhadap bahasa Indonesia? Dan bagaimana cara masyarakat menaggapi hal tersebut?.

               Menurut Pangabean (2006:17) menyimpulkan bahwa “penggunaan bahasa sandi itu akan menjadi masalah jika digunakan dalam komunikasi massa karena lambang-lambang yang mereka pakai tidak dapat dipahami oleh segenap khalayak, media massa atau dipakai dalam komunikasi formal secara tertulis”.

               Pada dasarnya ada dua hal utama yang menjadi perhatian remaja, yaitu identitas dan pengakuan. Penulisan bahasa dengan ciri khasnya bisa jadi pembentukan kedua hal di atas. Menurut Lina Meilinawati, pengamat bahasa dari Fakultas Sastra Indonesia Unpad, ada dua hal alasan utama remaja menggunakan bahasa tulis dengan ciri tersendiri (alay), “Pertama, mereka mengukuhkan diri sebagai kelompok sosial tertentu, yaitu remaja. Yang kedua, ini merupakan sebuah bentuk perlawanan terhadap dominasi bahasa baku atau kaidah bahasa yang telah mapan,” jelasnya. Artinya, remaja merasa menciptakan identitas dari bahasa yang mereka ciptakan sendiri pula. Remaja sebagai kelompok usia yang sedang mencari identitas diri memiliki kekhasan dalam menggunakan bahasa tulis di facebook. Ada semacam keseragaman gaya yang kemudian menjadi gaya hidup (lifestyle) mereka. Remaja yang masih labil dan gemar meniru, sangat mudah tertular dan memilih menggunakan bahasa ini daripada menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. “Apalagi ada anggapan bahwa bahasa ini adalah bahasa gaul, sehingga orang yang tidak menggunakannya akan dianggap ketinggalan jaman atau kuno.
               Keberadaan bahasa alay dianggap kaum muda sebagai alat komunikasi dalam pergaulan sehari-hari. Baik lisan maupun tulisan, bahasa ini dianggap sebagai media berekspresi. Namun, tanpa disadari, lama kelamaan bahasa alay bisa mengancam eksistensi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan karena semakin jauh berbeda dengan kaidah-kaidah bahasa yang baik dan benar. “Para pemuda seharusnya bisa menempatkan dirinya dan mengikuti kaidah-kaidah Bahasa Indonesia. Karena bahasa itu kan menunjukkan diri seseorang,” ujar Laksmi, dosen Bahasa Indonesia Institut Pertanian Bogor kepada tim Liputan 6 SCTV, Sabtu (9/10). Munculnya bahasa Alay juga merupakan sinyal ancaman yang sangat serius terhadap bahasa Indonesia dan pertanda semakin buruknya kemampuan berbahasa generasi muda zaman sekarang. Dalam ilmu linguistik memang dikenal adanya beragam-ragam bahasa baku dan tidak baku. Bahasa tidak baku biasanya digunakan dalam acara-acara yang kurang formal. Akan tetapi bahasa Alay merupakan bahasa gaul yang tidak mengindahkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar .
               Kita ketahui bahwa Bahasa Indonesia itu sudah mulai dipenuhi oleh bahasa asing yang mungkin saja dapat merusak. Namun, kita juga harus terbuka dengan hal-hal yang baru tapi tidak mengindahkan tatanan bahasa yang baik dan benar. Penggunaan bahasa Alay oleh para remaja ABG mungkin dimaksudkan untuk menyingkat karakter agar efisien atau agar orang tua yang kebetulan memergoki mereka ketika ber-SMS atau mencuri-curi membuka hape anaknya menjadi pusing sendiri karena tidak mengerti.
               Nah, kalau setiap hari para remaja kita sudah biasa ber-SMS sampai ratusan kali dengan menggunakan bahasa Alay terus-menerus, tidak mustahil mereka menjadi linglung ketika harus menjawab soal bahasa Indonesia yang mempunyai aturan baku tentang penggunaan huruf besar dan kecil, tanda-tanda baca, dan lain-lain.
               Masyarakat berlain pendapat dalam menghadapi hal tersebut, ada yang menerima bahasa tersebut ada juga yang merasa terganggu. Bagi mereka yang menerima bahasa Alay beralasan karena mereka menganggap itu merupakan kreativitas. Jadi, biarkan saja kaum muda itu menggunakan bahasa sandi mereka sendiri yang ditujukan kepada komunitas mereka sendiri saja. Sedangkan bagi masyarakat lain yang merasa terganggu dengan bahasa Alay, menganggap bahasa Alay sangat sulit dipahami demikian juga penulisan dengan huruf alay sangat menyulitkan bagi beberapa orang untuk membacanya.
               Bagaimana ciri-ciri bahasa yang dikategorikan dalam bahasa bentuk Alay? Apa dampak positif (negatif) yang ditimbulkan dari penggunaan bahasa Alay tersebut?. Dari data yang penulis dapat ciri-ciri bahasa Alay, antara lain:
1. Menggunakan angka untuk menggantikan huruf. Contoh: “t3m4n, b350k k1t4 p3r91 yuuk”.
2. Kapitalisasi yang sangat berantakkan. Contoh:”tEmAn, bEsOk kItA pErGi YuUuK”.
3. Menambahkan “x” atau “z” pada akhiran kata atau mengganti beberapa huruf seperti “s” dengan dua huruf tersebut dan menyelipkan huruf-huruf yang tidak perlu serta merusak EYD atau setidaknya bahasa yang masih bisa dibaca. Mengganti huruf “s” dengan “c” sehingga seperti balita berbicara. Contoh: “nanti Aq xmx kamyu deeech”, “xory ya, becok aQ gx bica ikut”.
               Contoh-contoh yang telah disebutkan di atas baru sedikit, ini artinya masih banyak lagi kata-kata yang termaksud di dalamnya. Penggunaan bahasa Alay memiliki dampak yang positif dan negatife. Dampak positif dengan digunakannya bahasa Alay adalah remaja menjadi lebih creative. Terlepas dari menganggu atau tidaknya bahasa Alay ini, tidak ada salahnya kita menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa yang muncul. Asalkan dipakai pada situasi yang tepat, media yang tepat dan komunikan yang tepat juga. Sedangkan dampak negatif bagi kelangsungan bahasa Indonesia antara lain :
1.      Masyarakat Indonesia tidak mengenal lagi bahasa baku.
2.      Masyarakat Indonesia tidak memakai lagi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
3.      Masyarakat Indonesia menganggap remeh bahasa Indonesia dan tidak mau mempelajarinya karena merasa dirinya telah menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar.
4.      Dulu anak – anak kecil bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tapi sekarang anak kecil lebih menggunakan bahasa gaul. Misalnya dulu kita memanggil orang tua dengan sebutan ayah atau ibu, tapi sekarang anak kecil memanggil ayah atau ibu dengan sebutan bokap atau nyokap.
5.      Penulisan bahasa indonesia menjadi tidak benar. Yang mana pada penulisan bahasa indonesia yang baik dan, hanya huruf awal saja yang diberi huruf kapital, dan tidak ada penggantian huruf menjadi angka dalam sebuah kata ataupun kalimat.

               Dampak negatif lainnya, bahasa Alay dapat mengganggu siapapun yang membaca dan mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya. Karena, tidak semua orang mengerti akan maksud dari kata-kata Alay tersebut. Terlebih lagi dalam bentuk tulisan, sangat memusingkan dan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk memahaminya. .
               Dengan dibiasakannya diri seseorang untuk menggunakan bahasa Alay, maka dapat menyulitkan dirinya sendiri. Bisa dibuktikan dengan tingkat kelulusan SMA tahun ini. Banyak siswa-siswi SMA yang tidak lulus. Bahkan ada beberapa sekolah yang siswanya tidak lulus semuanya. Penyebab terjadinya di antaranya karena, keengganan mereka untuk membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia. Mereka lebih senang menggunakan bahasa Alay, karena lebih mudah dan merupakan bahasa yang lagi musim saat ini. Mereka gengsi atau malu jika mereka tidak menggunakan bahasa tersebut.

III.                Penutup
               Tata bahasa Indonesia pada saat ini sudah banyak mengalami perubahan. Masyarakat Indonesia khususnya para remaja, sudah banyak kesulitan dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perubahan tersebut terjadi dikarenakan adanya penggunaan bahasa baru yang mereka anggap sebagai kreativitas. Jika mereka tidak menggunakannya, mereka takut dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul. Salah satu dari penyimpangan bahasa tersebut diantaranya adalah digunakannya bahasa Alay.
               Bahasa Alay secara langsung maupun tidak telah mengubah masyarakat Indonesia untuk tidak mempergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sebaiknya bahasa Alay dipergunakan pada situasi yang tidak formal seperti ketika kita sedang berbicara dengan teman. Atau pada komunitas yang mengerti dengan sandi bahasa Alay tersebut. Kita boleh menggunakannya, akan tetapi jangan sampai menghilangkan budaya berbahasa Indonesia. Namun dengan demikian keberadaan Bahasa Indonesia juga bisa teruji dengan hal-hal yang baru sehingga bisa lebih menguatkan Bahasa Indonesia itu sendiri.
               Kurangnya kesadaran untuk mencintai bahasa di negeri sendiri berdampak pada tergilasnya atau lunturnya bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat. Salah satu kebijakan untuk tetap melestarikan bahasa nasional adalah pemerintah bersama segenap lapisan masyarakat menjunjung tinggi bahasa Indonesia agar tetap menjadi bahasa yang dapat dibanggakan dan sejajar dengan bahasa-bahasa di seluruh dunia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi negara kita dan juga sebagai identitas bangsa. Untuk itulah, kita sebagai generasi muda, harus cermat dalam memilih serta mengikuti trend yang ada. Jangan sampai merusak budaya bahasa kita sendiri.
Cintailah bahasa Indonesia !

Daftar Pustaka
Sofa. 2009. Penggunaan Ragam Bahasa Gaul Dikalangan Remaja ,(online),                                           (www.penggunaan-ragam-bahasa-gaul-dikalangan-remaja , diakses, 26 Oktober 2009)
Pangabean, Maruli. 2006. Bahasa Pengaruh dan Peranannya. Jakarta: Gramedia.
Santoso, Kusno Budi. 1990. Problematika Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa.
Kompas, 5 Mei 2007.”Fenomena Bahasa Alay”,hlm 12.
1 comments

makalah ingatan


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
            Ingatan adalah sebuah anugrah yang diberikan Tuhan kepada manusia. Kenyataan kita seringkali mengganggap ingatan itu biasa saja. Sebenarnya ingatan itu berhubungan dengan pengalaman-pengalaman yang telah lampau,tidak hanya kemampuan untuk menyimpan apa yang telah pernah dialaminya saja,tetapi juga meliputi kemampuan untuk menerima ,menyimpan menimbulkan kembali.
            Penyusunan makalah ini dilatarbelakangi  oleh keinginan penulis untuk berbagi informasi tentang tentang ingatan baik funsi maupun prosesnya.
            Dalam makalah ini penulis tidak membahas secara mendetail ,karena kami berpedoman denagn dosen pengampu.
            Penulis berharap agar makalah ini dapatmemperluas wawasan penulis khususnya dan pembaca umumnya.






B.    RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan     uaraian l;atar belakang diatas,maka yang menjadi rumusan masalah didalam makalah ini adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan ingatan?
2. Apa saja tahapan pemprosesan ingatan?
3. Metode apa saja yang digunakan dalam pemprosesan ingatan?
4. Sebutkan fungsi ingatan?
5. Apa yang dimaksud dengan kelupaan?
6.Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk managgulangi kelupaan?

C.     TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan :
1.       Untuk memenuhi tugas mata kuliah psikologi umum yang diampu oleh ibu Eka Agustine W,S.pd
2.       Diharapkan mahasiswa dapat mengetahui dan memahami apa itu ingatan.
Manfaat:
1.       Bagi penulis   dapat mengkaji lebih dalam dan memahami tentang ingatan.
2.       Bagi instansi terkait  :Dapat menambah wawasan mengenai ingatan  baik fungsi maupun semua hal yang berkaiatan denagn ingatan.
3.       Bagi Progdi PGSD : Dapat menambah kepustakaan.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian ingatan
Ingatan merupakan alih bahasa dari memory. Karenaitu di samping ada yang menggunakaningatan ada pula yang menggunakan istilah memori sesuai denagn ucapan dari memory.Namun hal tesebut kiranya buaka meruapakan  hal yang serius.Ingatan memberikan bermacam-macam arti bagi para ahli. Pada umumnya para ahli mamandang ingatan sebagaihubungan antara pengalaman dengan masa lalu.Dengan adanya kemampuan mengingat pada manusia,hal ini menunjukkan bahwa manusia mampu menerima ,menyimpan dan menimbulkan ingatan kembali. Sehingga Ingatan (memory) ialah Kemampuan psikis untuk memasukan (learning), menyimpan (retension), dan menimbulkan kembali (rembering) hal - hal yang lampau atau Kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan – kesan.Berikut ini adalah skema proses ingatan:








Cepat = Mudah Menghafal
 


Luas = banyak
 

 









Pada skema diatas terlihat beberapa sifat ingatan , yaitu:
1.       Ingatan yang cepat dan mudah ;artinya sesorang dapat dengan mudah dalam menerima kesan-kesan ,misalnya: ada orang yang dengan cepat dapat mengingat baik-baiksuatu lagu dan ada pula yang lambat.
2.       Ingatan yang luas ,artinya :sekaligus seseorang dapat menerima banyak kesan dan dalam daerah yang luas.
3.       Ingatan yang teguh ,artinya :kesan yang telah diterimanya itu tetap tidak berubah ,tetap sebagaimana pada waktu menerimanya(tidak mudah lupa).
4.       Ingatan yang setia,artinya:kesan yang telah diterimanya itu tetap tidak berubah ,melainkan tetap sebagaiman pada waktu menerimanya.
5.       Ingatan mengabdi atau patuh ,berarti :bahwa kesan yang pernah dicamkan dapat dengan mudah diproduksikan secara lancar.
Ada ingatan khusus ,yang luar biaasa dan mengagumkan misalnya:
a.       Dr.Ruckle, beliau dapat mengingat 60 angka berturut-turut yang didengarnya hanya sekali.
b.      Mozart,  belau mempunyai daya ingatan yang istimewa tentang music. Sekali mendengar sebuah lagu ,ia langsung dapat menyanyikannya.
c.       Temistocles,  beliau salah seorang yang selaulu ingat kepada nama-nama orang yang pernah didengarnya.
d.      Kardinal Mezzofanti, dapat mengerti 66bahasa .Ia mempunyai ingatan yang baik terhadap perkataan-perkataan yang pernah didengarnya.
e.      Hellen Keller, beliau salah seorang yang mempunyai ingatan yang baik sekali dari apa yang pernah dirabanya.
f.        Banyak para kiai dan ilama yang dapat menghapal  ayat-ayat Al-quran dan beribu-ribu hadis.




B.    Tahapan Pemprosesan Memory.
Dalam pemprosesan memory ada 3 tahapan yaitu:
1.       Acquistion
Pada tahap ini indra menerima rangsangan untuk di seleksi/ di pilih sesuai dengan kehendak ,dan kemudian diubah dalam bentuk yang di terima oleh sistem memory otak.
2.       Storage
Pada tahap ini informasi yang di terima dan telah di seleksi untuk disimpan di dalam daftar (sensory register) dan jejak memori (memory traches) agar dapat di panggil kembali apabila di perlukan. Dalam tahap ini terjadi proses pemeliharan stimilus/ input di dalam sistem memory otak.
3.       Retrievel.
Tahap ini merupakan tahap di mana di harapkan informasi yang telah disimpan dapat di panggil kembali untuk di gunakan pada saat seseorang membutuhkan bentukan dan hasil pemprosesan informasi dan penyimpanan dalam sistem memory otak. Jika terjadi kegagalan dalam proses pemanggilan ini , maka terjadi proses yang di sebut dengan “LUPA”.
C.     Metode Pemprosesan memory.
Ingatan mempunyai beberapa metode dalam penyelidikan ingatan:
1.       Metode mempelajari (the learning method).
Metode ini merupakan metode untuk menyelidiki kemampuan ingatan denagan cara melihat sampai sejauh man waktu yang diperlukan atau usaha yang dijalankan oleh subjek(S),untuk dapat menguasai materi yang dipelajari dengan baik,misalnya dapat menimbulkan  kembali materi tersebut tanpa kesalahan .
2.       Metode mempelajari kembali (the relearning method).
Metode ini merupakan metode yang berbentuk di mana subjek disuruh  mempelajari kembali materi yang pernah dipelajari sampai pada suatu kriteria tertentu separti pada mempelajari  materi  tersebut pada pertama kali .
3.       Metode rekontruksi
Metode ini merupakan metode yang berbentuk di mana subjek disuruh mengkonstruksi kembali sesuatu materi yang diberiakan kepadanya.
4.       Metode mengenal kembali.
Metode ini digunakan dengan mengambil bentuk denagn cara pengenalan kembali.Subjek disuruh mempelajari sesuatu  materi ,kemudian diberikan materi untuk mengetahui sampai sejauh man yang dapat di ingat denagn bentuk pilihan banar salah, atau dengan pilihan ganda (multiple choise).
5.       Metode mengingat kembali.
Metode ini ialah mengambil bentuk  subjek disuruh menginat kembali apa yang telah dipelajarinya.
6.       Metode asosiasi berpasangan.
Metode ini mengambil bentuk subjek  disuruh mempelajari materi secara berpasang-pasangan .





D.    Fungsi ingatan.
1.       Fungsi memasukan
cara seseorang memperoleh pengalaman, di bedakan dalam 2 cara :
a.       Dengan cara tidak sengaja
b.            Dengan cara sengaja
        faktor – faktor yang mempengaruhi kemampuan individu untuk memasukkan apa yang dipersepsi, antara lain :
*      Cepat atau lambat seseorang memasukkan apa yang dipersepsi
*      Banyak sedikitnya materi yang dapat di ingat
*      Kondisi jasmani dan emosi seseorang.
2.       Fungsi menyimpan.
yaitu, apa yang diterima, disimpan di dalam daftar (sensory register) dan jejak memori (memory traches) yang suatu saat dapat di timbulkan kembali. Sifat – sifat ingatan, antara lain :
  1. Ingatan yang cepat mudah
  2. Ingatan yang luas
  3. Ingatan yang teguh
  4. Ingatan yang setia
  5. Ingatan mengabdi atau patuh
  6. Ingatan tidak setia
               

mengenai interval dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
Ø  Lama interval
            yaitu berkaitan dengan lamanya waktu antara learning sampai remembering.
Ø  Isi interval
            yaitu berkaitan dengan aktivitas – aktivitas yang terdapat atau mengisi interval.
3.       Fungsi menimbulkan kembali (remembering).
persepsi yang telah di simpan dapat di panggil kembali bila di perlukan.
remembering dapat di bagi menjadi 2 cara :
v  To recall atau mengingat kembali
v  To recognite atau mengenal kembali


E.     Pengertian Kelupaan.
Berbicara mengenai ingatan sebenarnya jugajuga berbicara mengenai ingatan.Karena ingatan dan kelupaan dapat ibaratkan sebagai sekeping mata uang yang bermuka dua,satu sisi dengan sisi yang lain tidak  dapat dipisahkan.Kemampuan ingatan pada manusia itu terbatas dalam arti bahwa tidak semua yang disimpan dalam ingatan itu dapat ditimbulkan kembali dalam alam kesadarnya.Denagn kata lain manusia itu dapat mengalami kelupaan . Penelitian Ebbinghaus dan Boreas(Woodworth,1951) Menunjukkan bahwa kekuatan mengingat manusia itu makin lama makin berkurang,yang pada akhirnya manusia dapat mengalami kelupaan.


F.     Upaya menanggulangi kelupaan.
Berikut ini adalah upaya-upaya menanggulangi kelupaan:
1.       Pengulangan informasi yang sering di ulang ulang, akan semakin di ingat.
2.       Informasi yang akan di ingat harus mempunyai hubungan dengan hal lain.
3.       Mengorganisasi informasi sedemikian rupa sehingga dapat di ingatkan kembali.
















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Ingatan berhubungan dengan pengalaman-pengalaman yang telah lampau.
Dengan demikian dapatlah ditemukakan bahwa apa yang diingat merupakan hal yang pernah dialami ,pernah di persepsinya.Apabila ditinjau lebih lanjut ingatan itu tidak hanya kemampuan untuk menerima ,menympan dan menimbulkan kembali.
B.    Saran.
Dari berbagai uraian diatas masih terdapat banyak kekurangan karena keterbatasan kemampuan kami dalam menguraikan dan menjabarkan tentang ingatan.Untuk itu jika ada kesalahan dari segi bentuk ,aturan kata ,ataupun salah dalam pembahasan yang dapat menjadikan penyimpangan dari sebenarnya,kami mohon untuk berkenen menegur dan memberi penjelasan.









DAFTAR PUSTAKA
Walgito,Bimo.2004.pengantar psikologi umum.Yogyakarta:Andi offset.
Ahmadi,Abu.2009.Psikologi umum.Jakarta:Rineka
 
;